EFEKTIVITAS PROGRAM PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) DI DESA BANUA HANYAR KECAMATAN DAHA SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN
Keywords:
Efektivitas, BUMDes, Ekonomi DesaAbstract
Program Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan upaya pemerintah desa dalam meningkatkan perekonomian desa melalui pengelolaan unit usaha yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan menambah pendapatan desa. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan BUMDes di Desa Banua Hanyar adalah menurunnya jumlah unit usaha, rendahnya kontribusi keuntungan terhadap pendapatan desa, keterbatasan kualitas sumber daya manusia pengelola, serta belum optimalnya perencanaan, inovasi, dan evaluasi pengelolaan usaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas Program Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Banua Hanyar, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Wawancara, observasi, dan dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data. Penelitian ini memilih 11 informan melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dalam tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Pengelolaan BUMDes di Desa Banua Hanyar secara keseluruhan dikategorikan cukup efektif. Kemampuan operasional, kemampuan pelaksana, tingkat output program, kualitas pelayanan, kepuasan masyarakat, dampak program, dan pencapaian tujuan merupakan indikator yang dinilai cukup efektif. Sebaliknya, indikator pencapaian target, perbandingan input dan output, serta keuntungan dinilai kurang efektif karena target belum tercapai secara optimal dan hasil usaha belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan desa maupun kesejahteraan masyarakat. Faktor-faktor yang mendukung efektivitas program meliputi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan usaha BUMDes, dukungan pemerintah desa, serta potensi sumber daya desa. Di sisi lain, faktor-faktor yang menghambat meliputi keterbatasan modal usaha, rendahnya kualitas sumber daya manusia pengelola, serta kurangnya inovasi dan pengelolaan administrasi.





