OPTIMALISASI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA DI RUMAH TERAPUNG DI DESA BANYU HIRANG KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA
Keywords:
Optimalisasi, Pengembangan Objek WisataAbstract
Objek wisata Rumah Terapung merupakan objek wisata pertama di Desa Banyu Hirang. Permasalahan yang ditemukan seperti, kurangnya pengembangan yang berkelanjutan sehingga Wisata Rumah Terapung mengalami penurunan daya tarik destinasi wisata bagi wisatawan, masih kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung, sepi pengunjung, belum maksimalnya pemasaran objek wisata rumah terapung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Optimalisasi Pengembangan Objek Wisata Rumah Terapung di Desa Banyu Hirang dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang di gunakan pada penelitian ini kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang di gunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data diambil dengan penarikan informan secara snowball sampling yang berjumlah 12 orang, kemudian dianalisis dan diuji kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukan bahwa Optimalisasi Pengembangan Objek Wisata Rumah Terapung Di Desa Banyu Hirang Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara belum optimal, terlihat dari indikator : Pertama, pada aspek tersedianya spot foto belum baik, Kedua, pada aspek kondisi lingkungan belum baik, Ketiga, pada aspek tersedianya fasilitas toilet dan warung makan belum baik, Keempat, tersedianya fasilitas penginapan dan beribadah/mushola belum baik, Kelima, pada aspek tersedianya area parkir belum baik, Keenam, pada aspek tersedianya pusat informasi belum baik, Ketujuh, pada aspek peran dan tanggung jawab. Indikator yang sudah baik: pertama, keindahan alam yang menjadi daya tarik utama objek wisata, Kedua, aktivitas dan hiburan, Ketiga, akses jalan yang mudah menuju objek wisata, Keempat, tersedianya cinderamata sudah baik, Kelima, pengetahuan, keterampilan dan kemampuan SDM sudah baik. Faktor penghambat yaitu peran dan tanggung jawab, tidak adanya ketersediaan pusat informasi, dan tidak adanya pembukuan mengenai pengeluaran transaksi. Faktor pendukung yaitu, adanya kerja sama antara pemerintah desa dan dinas terkait, memiliki potensi alam yang bisa di manfaatkan sebagai ekowisata





