EFEKTIVITAS PROGRAM INTERVENSI GIZI SPESIFIK DI KECAMATAN PANDAWAN KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH (STUDI KASUS DESA MAHANG MATANG LANDUNG DAN DESA KAMBAT SELATAN)
Keywords:
Efektivitas, Program Intervensi, dan Gizi SpesifikAbstract
Efektivitas program intervensi gizi spesifik di Desa Mahang Matang Landung ditemukan beberapa fenomena, seperti operasional program belum terealisasi semua, tujuan belum tercapai, masyarakatnya sulit diajak bekerjasama. Adapun di Desa Kambat Selatan adalah desa percontohan dan masyarakatnya mau bekerjasama. Berdasarkan pernyataan tersebut, maka tujuan dalam penelitian ini, yaitu untuk mengetahui efektivitas program intervensi gizi spesifik di Desa Mahang Matang Landung dan Desa Kambat Selatan serta faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan tipe deskriptif-kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini berjumlah 14 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, serta dokumentasi. Adapun teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa; 1) Efektivitas program intervensi gizi spesifik belum semuanya efektif, karena: Pertama, pada ruang lingkup keberhasilan program didapati bahwa indikator kemampuan operasional implementor efektif, indikator kerjasama antar instansi belum efektif, dan indikator standar operasional prosedur efektif. Kedua, pada ruang lingkup lingkungan keberhasilan sasaran didapati bahwa indikator penetapan sasaran efektif, indikator tingkat efektivitas belum efektif, dan indikator tingkat pencapaian tujuan belum efektif. Ketiga, pada ruang lingkup kepuasan terhadap program didapati bahwa indikator kepuasan program efektif, indikator kesesuaian kebutuhan pengguna efektif, dan indikator kualitas program efektif. Keempat, pada ruang lingkup tingkat ketercapaian didapati bahwa indikator ketercapaian lebih besar belum efektif, indikator ketidak tercapaian belum efektif, dan indikator tingkatan ketercapaian serta ketidaktercapaian belum efektif. Kelima, pada ruang lingkup pencapaian tujuan menyeluruh didapati bahwa indikator perbaikan kualitas kesehatan efektif, indikator evaluasi efektif, dan indikator pengawasan efektif. 2) Faktor yang mempengaruhinya terdiri dari; Pertama, Faktor pendorongnya meliputi; a) Implementor mempunyai kemampuan dalam mengoperasionalkan program. b) Efektivitas program sesuai standar operasional prosedur. c) Tepat dalam penetapan sasaran. d) Pengguna dan pelaksana program merasa puas terhadap program. e) Program telah sesuai dengan kebutuhan pengguna. f) Program berkualitas. g) Perbaikan kualitas kesehatan telah dilaksanakan. h) Evaluasi telah dilaksanakan. i) Pengawasan telah dilaksanakan. Kedua, Faktor penghambatnya, meliputi; a) Kurangnya kordinasi antar instansi. b) Tingkat efektivitas masih rendah. c) Pencapaian tujuan belum berhasil. d) Ketercapaian masih rendah. e) Ketidaktercapaian masih ada. f) Tingkatan ketercapaian lebih kecil





