KINERJA PAMONG BELAJAR DALAM MELAKSANAKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI PADA PROGRAM PAKET C DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR KABUPATEN BALANGAN
Keywords:
Kinerja Pamong Belajar, Paket C, Kabupaten BalanganAbstract
Permasalahan yang dihadapi antara lain banyaknya pamong belajar yang harus melaksanakan pekerjaan di luar tugas pokoknya, perbedaan latar belakang pendidikan pamong belajar, serta keterbatasan sarana dan prasarana pendukung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, pada subvariabel kualitas kerja, indikator keterampilan dinilai baik karena pamong belajar telah menjalankan tuganya. Indikator kemampuan juga tergolong baik, ditunjukkan dengan pemahaman pamong terhadap peran dan tanggung jawabnya. Selain itu, indikator persepsi menunjukkan hasil yang baik karena pamong memiliki pandangan yang sangat positif. Kedua, pada subvariabel kuantitas kerja, indikator penyelesaian pekerjaan masih kurang baik karena terdapat banyak tugas yang tertunda. Indikator pencapaian target juga belum optimal, mengingat target kerja tidak tercapai. Ketiga, pada subvariabel ketepatan waktu, indikator ketepatan dalam pelaksanaan pekerjaan dinilai kurang baik karena kegiatan sering tidak dimulai sesuai dengan jadwal. Indikator pemanfaatan waktu juga belum maksimal yang disebabkan oleh kurangnya perencanaan. Keempat, pada subvariabel efektivitas, indikator sumber daya manusia masih kurang baik karena pamong belum sepenuhnya menunjukkan kompetensi profesional. Indikator anggaran juga dinilai kurang memadai karena besaran tunjangan yang diterima belum mencukupi. Selain itu, indikator fasilitas belum optimal karena sarana dan prasarana yang tersedia belum terpenuhi secara layak. Kelima, pada subvariabel komitmen, indikator dedikasi menunjukkan hasil yang baik karena pamong belajar melaksanakan tanggung jawabnya. Indikator tanggung jawab juga dinilai baik, ditandai dengan adanya peningkatan kualitas pembelajaran. Faktor penghambat dalam pelaksanaan tugas adalah belum optimalnya pemanfaatan waktu kerja yang tersedia serta adanya tuntutan tugas di luar kewenangan utama. Adapun faktor pendukungnya adalah konsistensi pamong dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi serta pemahaman yang jelas terhadap perannya sebagai fasilitator pembelajaran.





