KINERJA PEGAWAI DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH PADA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH
Keywords:
Kinerja Pegawai, Laporan Keuangan Pemerintah Daerah, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)Abstract
Penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah merupakan proses penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala yang berpotensi menurunkan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah seperti kesalahan pencatatan, keterlambatan penyusunan, serta kurangnya pemahaman pegawai terhadap standar akuntansi pemerintahan berbasis akrual. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pegawai dalam penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Hulu Sungai Tengah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskripstif- kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penarikan sampel secara purposive sampling berjumlah 7 orang. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja pegawai dalam penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah cukup optimal. Hal ini dapat dilihat dari indikator yang cukup optimal yaitu: Pertama, indikator jumlah tugas. Kedua, indikator memaksimalkan waktu. Adapun dua indikator yang sudah optimal yaitu: Pertama, indikator komitmen kerja. Kedua, indikator tanggung jawab. Sementara itu, indikator yang belum optimal sebagai berikut: Pertama, indikator kemampuan. Kedua, indikator keterampilan. Ketiga, indikator sumber daya manusia. Keempat, indikator sumber daya lainnya. Disamping itu ada faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai dalam penyusunan laporan keuangann pemerintah daerah pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah terbagi dua, yaitu: faktor pendorong dan faktor penghambat. Faktor pendorongnya yaitu kerja sama tim, serta komitmen kerja dan tanggung jawab yang tinggi. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu kurangnya kemampuan teknis dan keterampilan, keterlambatan penyediaan data dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tingginya beban kerja, serta kurangnya sarana dan prasarana. Untuk meningkatkan kinerja pegawai dalam penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, maka disarankan untuk meningkatkan kemampuan teknis dan keterampilan pegawai melalui pelatihan berkelanjutan, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta penguatan pengawasan dan penerapan manajemen waktu yang efektif. Selain itu, diperlukan kerja sama tim, komitmen, dan tanggung jawab yang tinggi dari pegawai, serta koordinasi dan ketepatan waktu dari OPD dalam penyampaian data guna menjamin kualitas dan ketepatan laporan keuangan pemerintah daerah.





