EFEKTIVITAS PENGELOLAAN SAMPAH PADA UPTD TEMPAT PEMPROSESAN AKHIR (TPA) TEBING LIRING KECAMATAN AMUNTAI UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA
Keywords:
Efektivitas, Pengelolaan Sampah, TPA Tebing LiringAbstract
Permasalahan yang dihadapi dalam efektivitas pengelolaan sampah adalah kurangnya sosialisasi pengelolaan sampah kepada masyarakat. Kurangnya tenaga kerja di TPA. Keterbatasan sarana dan prasarana, khususnya alat pencacah sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengelolaan sampah pada tempat pemprosesan akhir (TPA) Tebing Liring Kecamatan Amuntai Utara Kabupaten Hulu Sungai Utara dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dengan tipe penelitian Diskriptif-Kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Dengan teknik purposive sampling informan 12 orang. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik redusi data, penyajian data, penyimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Efektivitas Pengelolaan Sampah Pada TPA Tebing Liring cukup efektif. Pertama program berjalan sesuai rencana, sudah efektif karena kegiatan pengelolaan sampah sudah sesuai dengan rencana. Kedua tujuan program tercapai, kurang efektif karena kurangnya partisipasi masyarakat. Ketiga sasaran program tercapai, kurang efektif karena masih belum sepenuhnya tepat pada sasaran. Keempat sasaran sesuai target, kurang efektif karena kurangnya sosialisasi dari pemerintah. Kelima pengguna program merasa puas kurang efektif karena masih tercium bau yang tidak sedap disekitaran TPA. Keenam program memenuhi kebutuhan pengguna, kurang efektif karena masih terdapat masyarakat yang membuang sampah kesungai. Ketujuh petugas yang mencukupi, kurang efektif karena petugas yang ada di TPA masih kurang. Kedelapan hasil yang didapatkan, sudah efektif karena mereka mampu menyelesaikan semua pekerjaannya. Kesembilan seluruh program terlaksana dengan baik, sudah efektif sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh TPA. Kesepuluh program berjalan efektif, cukup efektif karena keterbatasan sarana dan prasarana. Adapun faktor penghambat adalah, sasaran program belum sesuai target, pengguna program belum merasa puas dan jumlah petugas yang masih kurang. Sedangkan faktor pendukung adalah program berjalan sesuai dengan arahan, hasil yang didapatkan sebanding dengan jumlah petugas yang kurang dan program berjalan sesuai dengan prosedur. Berdasarkan hasil penelitian ini maka disarankan untuk meningkatkan sosialisasi pengelolaan sampah ketingkat desa, melakukan evaluasi sasaran program, penambahan sumber daya manusia, melaksanakan pembagian tugas secara terstruktur sesuai dengan arahan pimpinan dan masyarakat diharapkan berpartisifasi aktif dalam pengelolaan sampah dari rumah.





