KINERJA PEGAWAI PADA BIDANG PENGENDALIAN SUMBER DAYA PERIKANAN DALAM PENGAWASAN ILEGAL FISHING PADA DINAS PERIKANAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN STUDI KASUS DESA BAJAYAU
Keywords:
Kinerja, Illegal Fishing, Dinas PerikananAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih tingginya kasus illegal fishing pada Desa Bajayau, Kecamatan Daha Barat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, meskipun telah diberlakukan Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Sumber Daya Ikan. Praktik penggunaan alat tangkap berbahaya seperti setrum dan bahan kimia masih sering kali terjadi, yang menunjukkan lemahnya pelaksanaan pengawasan oleh Dinas Perikanan setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pengawasan terhadap illegal fishing dengan fokus pada aspek kuantitas kerja, kualitas kerja, tanggung jawab dan pelaksanaan tugas. Metode yang dipakai ialah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi kepada petugas dinas dan masyarakat nelayan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman serta diuji validitasnya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengawasan belum optimal, baik dari segi frekuensi patroli, kelengkapan sarana prasarana, maupun koordinasi lintas wilayah. Pelaksanaan tugas masih bersifat insidental dan belum menyeluruh, khususnya pada wilayah-wilayah perbatasan seperti Desa Bajayau. Faktor pendukung mencakup adanya sarana patroli dan semangat kerja petugas, sedangkan faktor penghambat utamanya ialah keterbatasan SDM, anggaran dan juga akses wilayah. Diperlukan strategi peningkatan koordinasi, penggunaan teknologi serta pelibatan masyarakat untuk mewujudkan pengawasan yang berkelanjutan.





