KINERJA PENYULUH PERTANIAN PADA BALAI PENYULUHAN PERTANIAN KECAMATAN BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG (Studi Kasus Desa Banua Rantau Dan Desa Banua Lawas)

Authors

  • Nur Izatil Hasanah Program Studi Administrasi Publik STIA Amuntai Author
  • Munawarah Munawarah Program Studi Administrasi Publik STIA Amuntai Author
  • Siti Paulina Program Studi Administrasi Publik STIA Amuntai Author

Keywords:

Kinerja Penyuluh, Itik Petelur

Abstract

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) berperan sebagai unit pendukung kegiatan penyuluhan pertanian yang dikelola dan dimanfaatkan di bawah tanggung jawab Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Program bantuan itik petelur yang dilaksanakan oleh BPP merupakan upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani melalui diversifikasi usaha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan mencakup penyuluh, peternak itik petelur, dan pihak terkait lainnya, berjumlah 13 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja penyuluh di BPP Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, tergolong cukup baik. Pada aspek quality, tingkat kesalahan dinilai baik, namun pencapaian tujuan masih kurang. Dalam aspek quantity, hasil kerja masih kurang, meskipun pelaksanaan tugas sesuai SOP sudah baik. Aspek timeliness menunjukkan ketepatan waktu dan kesesuaian rencana masih kurang. Pada aspek cost-effectiveness, SDM, teknologi, dan sarana dinilai kurang, namun anggaran sudah baik. Dalam aspek need for supervision, komitmen kerja dan tanggung jawab tergolong baik. Aspek interpersonal impact menunjukkan kemampuan diri cukup dan kerja sama baik. Kendala utama meliputi kurangnya pemahaman peternak, terbatasnya penyuluhan, dan rendahnya kompetensi penyuluh. Keberhasilan didukung oleh adanya SOP dan kerja sama antara penyuluh dan peternak.

Downloads

Published

2026-01-24

How to Cite

KINERJA PENYULUH PERTANIAN PADA BALAI PENYULUHAN PERTANIAN KECAMATAN BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG (Studi Kasus Desa Banua Rantau Dan Desa Banua Lawas). (2026). Jurnal MSDM Manajemen Sumber Daya Manusia, 2(2), 694-704. https://ejurnal.stiaamuntai.ac.id/index.php/JMSDM/article/view/1461