PENGELOLAAN OBJEK WISATA CANDI AGUNG PADA DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA
Keywords:
Pengelolaan, Objek Wisata, Candi AgungAbstract
Objek wisata budaya adalah suatu tempat, lokasi, atau aktivitas yang memiliki nilai sejarah, seni, tradisi, atau warisan budaya yang mencerminkan identitas dan kehidupan masyarakat setempat. Permasalahan yang terkait pengelolaan Objek Wisata Candi Agung pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah pertama, tidak adanya tanda pengenal pada petugas objek wisata Candi Agung. Kedua, sarana dan prasarana yang kurang memadai. Ketiga, kurangnya pengawasan petugas Candi Agung terhadap pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengelolaan Objek Wisata Candi Agung pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Utara serta faktor yang mempengaruhi Pengelolaan Objek Wisata Candi Agung.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penarikan sampel secara purposive sampling berjumlah 10 orang. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Uji kredibilitas data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, analisa kasus negatif, menggunakan bahan referensi, dan mengadakan membercheck. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan objek wisata Candi Agung pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Utara cukup baik. Dilihat dari beberapa hal diantaranya yang terbagi menjadi beberapa indikator yaitu pertama sub variabel fungsi perencanaan dengan indikator pertama menetapkan tujuan sudah baik. Indikator kedua peramalan tindakan sudah baik. Kedua, sub variabel fungsi pengorganisasian dengan indikator pertama pembagian tugas sudah baik. Indikator kedua pencapaian tujuan belum baik. Ketiga, sub variabel fungsi pergerakkan dengan indikator pertama tindakan untuk melaksanakan kegiatan belum baik. Indikator kedua sasaran untuk mencapai tujuan masih belum baik. Keempat, sub variabel fungsi pengawasan dengan indikator pertama memastikan kegiatan yang direncanakan cukup baik. Indikator kedua pencapaian hasil sudah baik. Faktor pendukung pengelolaan objek wisata Candi Agung adalah pengawasan yang rutin dilaksanakan oleh pengelola Candi Agung dan pendapatan asli daerah yang meningkat. Adapun faktor penghambat pengelolaan objek adalah keterbatasan anggaran dalam pengelolaan dan kurangnya sarana dan prasarana.





