KINERJA GURU BERSERTIFIKASI PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 6 BARABAI KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH
Keywords:
Kinerja, Guru, BersertifikasiAbstract
Di SMA Negeri Barabai No. 6 Kabupaten Hulu Sungai Tengah terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi mengenai kinerja guru bersertifikat di SMA Negeri Barabai No. 6 Kabupaten Hulu Sungai Tengah, yaitu efektivitas pengajaran yang kurang tinggi karena masing-masing mata pelajaran hanya memiliki waktu 35 menit, kurang dalam hal kapasitas guru bersertifikat dan usia. Selain itu, jika menggunakan sumber daya yang tersedia, beban administrasi masih besar karena terlalu banyak tugas tambahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kinerja Guru Bersertifikasi pada Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi Kinerja Guru Bersertifikasi pada Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang dipadukan dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan catatan. Penelitian ini melibatkan 10 orang informan, kemudian data dikumpulkan dan dianalisis serta diuji reliabilitasnya dengan observasi diperpanjang, observasi cermat, triangulasi, analisis kasus negatif, menggunakan referensi dan memverifikasi sumber (Membercheck). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja guru bersertifikat di SMA Negeri Barabai No. 6 Kabupaten Hulu Sungai Tengah kurang baik. Hal ini terlihat jelas pada variabel pertama kualitas kerja pada indikator pertama keterampilan baik, apabila mereka menyelesaikan tugas sesuai petunjuk yang diberikan. Kedua, kompetensi yang baik, karena mampu melakukan pekerjaannya. Kedua, variabel jumlah pekerjaan pada indeks pertama adalah jumlah pekerjaan yang diselesaikan kurang efisien akibat adanya tambahan tugas yang diberikan. Kedua, jumlah pekerjaan yang dihasilkan lebih sedikit karena adanya tugas tambahan sehingga menyulitkannya. Ketiga, variabel ketepatan waktu pada indeks ketepatan waktu pertama beroperasi kurang efektif, disebabkan adanya hambatan dalam penyelesaian tugas akibat banyaknya tugas yang diberikan. Kedua, dengan memaksimalkan waktu bagi masyarakat kurang mampu, waktu belajar menimbulkan kendala pada waktu yang terbatas. Keempat, variabel efisiensi pada indikator pertama pemanfaatan sumber daya berkinerja lebih buruk karena ketidakmampuan menggunakan fasilitas pengajaran. Kedua, memaksimalkan penggunaan sumber daya yang kurang beruntung karena guru yang lebih tua dan tersertifikasi tidak dapat menggunakan sumber daya tersebut. Kelima, variabel keterikatan kerja, indikator pertama, memenuhi fungsi pekerjaannya dengan baik karena konsisten dengan prinsip. Kedua, memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi ketika bekerja di bidangnya sendiri.





