MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II B AMUNTAI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA
Keywords:
Manajemen, Sarana dan Prasarana, Lembaga PemasyarakatanAbstract
Manajemen sarana dan prasarana adalah salah satu aspek penting untuk mendukung kelancaran operasional di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Amuntai. Beberapa permasalahan yang memengaruhi manajemen sarana dan prasarana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Amuntai seperti tembok Lapas terlalu rendah, adanya kondisi overkapasitas, dan ruang tunggu dan ruang kunjungan kecil. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui manajemen sarana dan prasarana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Amuntai dan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi manajemen sarana dan prasarana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Amuntai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penarikan sampel secara Purposive Sampling berjumlah sebelas orang. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Meningkatkan ketekunan, triangulasi, menggunakan bahan referensi, dan melakukan member check adalah bagian dari uji kredibilitas data. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Manajemen Sarana dan Prasarana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Amuntai masih kurang baik. Hal ini dapat dilihat dari aspek-aspek yaitu Pertama, aspek Perencanaan dapat dilihat dari tujuan utama belum terlaksana dengan semestinya dan anggaran yang direncanakan belum optimal. Kedua, aspek Pengorganisasian dapat dilihat dari sumber daya manusia masih kekurangan, tetapi tetapi dari kinerjanya sudah cukup bagus dan standar belum memadai. Ketiga, aspek Pelaksanaan dapat dilihat dari pengadaan sarana dan prasarana masih minim, pemeliharaan fasilitas yang pelaksanaannya rutin dilakukan, tetapi prosesnya masih kurang baik, dan tanggung jawab petugas belum cukup baik. Keempat, aspek Pengawasan dapat dilihat dari pengawasan kondisi sarana dan prasarana sudah baik dan mengevaluasi kinerja petugas sudah baik dan rutin dilakukan. Adapun faktor penghambat manajemen sarana dan prasarana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Amuntai adalah keterbatasan anggaran, kurangnya sumber daya manusia, kurangnya kepedulian dari petugas terhadap kondisi sarana dan prasarana, serta adanya kondisi penghuni yang overkapasitas. Faktor pendorong manajemen sarana dan prasarana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Amuntai adalah evaluasi yang rutin dilakukan dan kinerja petugas.





