IMPLEMENTASI PROGRAM TPK(TIM PENDAMPING KELUARGA) DALAM PENDAMPINGAN CALON PENGANTIN DAN IBU HAMIL DI DESA TELAGA SARI KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA
Keywords:
Implementasi, Pendampingan, KeluargaAbstract
Implementasi Program TPK (Tim;Pendamping;Keluarga) ;adalah sekelompok;tenaga;kerja;yang; dibentuk ;dan terdiri ; ;Bidan, ;Kader TP;PKK (Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) dan Kader KB ( Keluarga Berencana) untuk melaksanakan pendampingan meliputi penyuluhan dan fasilitasi pelayanan. Tim Pendamping Keluarga akan membantu; jalannya komunikasi pada tenaga kesehatan dan memberikan pendampingan kepada masyarakat mengenai stunting dan upaya pencegahan stunting. Tim Pendamping Keluarga ini akan melakukan penanganan dan pencegahan mulai dari remaja yang berisiko kerdil, calon pengantin, keluarga dan ibu hamil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi, dan juga dokumentasi , teknik ini penarikan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah total 13 informan. Teknik analisis data menggunakan analisi domain, analisis; taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema kurtual. Uji Kredibilitas yang digunakan melalui perpanjangan waktu peneliti, meningkatkan ketekunan, tringulasi teknik, tringulasi waktu, analisis kasus negative, menggunakan bahan refrensi, dan melakukan membercheck. Hasil peneliti ini menunjukkan implementasi tim pedamping keluarga terhadap calon pengantin dan ibu hamil di desa ; telaga sari kecamatan ;amuntai selatan kabupaten ;hulu sungai utara dapat dinilai sudah cukup baik, hal ini dapat disimpulkan berdasarkan terpenuhinya 8 indikator dari 12 indikator pada bagian sub variabel, indikator yang sesuai meliputi ; wewenang, informasi, fasilitas, kejelasan komunikasi, konsisten komunikasi, pengangkatan petugas, SOP. Indikator yang belum sesuai meliputi ; staf, transmisi (penyaluran), insentif, Fragmantasi (penyebaran). Faktor-faktor yang mempengaruhi, faktor pendorong ; kemudahan pelayanan, petugas ramah, petugas tanggap. Faktor penghambat ; fasilitas pendukung kurang lengkap, kendala teknik pada aplikasi, kurangnya sumber daya manusia. Disarankan, sebaiknya adanya penambahan jumlah pegawai, melengkapi sarana prasarana yang kurang, memperkuat kapasitas pendampingan adakan pelatihan berkala untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader pendampingan dalam kesehatan reproduksi, gizi, pencegahan stunting, dan deteksi dini resiko kehamilan. Edukasi tidak hanya kepada calon pengantin dan ibu hamil, tetapi juga kepada keluarga mereka agar terciptanya dukungan penuh dari lingkungan keluarga.





