PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM TRIBINA (BINA KELUARGA BALITA, BINA KELUARGA REMAJA, BINA KELUARGA LANSIA) DI DESA SIMPANG EMPAT KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA
Keywords:
Partisipasi, Program TribinaAbstract
UU no 15 tahun 2023 mensyaratkan bahwa pelayanan kesehatan keluarga sejahtera merupakan program yang dicanangkan pemerintah untuk wawasan kepada masyarakat terkait pembinaan keluarga, meningkatkan pengetahuan guna mencapai kesejahteraan didalam keluarga.
Penelitian ini berdasarkan beberapa permasalahan yang penulis temukan saat observasi awal, yaitu:Pertama pelaksanaan program Tribina masih kurang pemahaman dan penggetahuan Kader dalam penyampaian materi; Kedua Jadwal Kegiatan Tribina kadang bertabrakan dengan jadwal masyarakat yang bekerja.; Ketiga Kurangnya antusias masyarakat dalam mengikuti kegiatan program Tribina membuat program kurang maksimal. Metode penelitian kualitatif metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Sugiono, 2022:155).
Purposive sampling salah satu teknik pengambilan sampel yang sering digunakan dalam suatu penelitian. Purposive sampling pengambilan sampel yang dilakukan sesuai dengan persyaratan sampel yang diperlukan.
Partisipasi Masyarakat Dalam Program Tribina (Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, Bina Keluarga Lansia) Di Desa Simpang Empat Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Pada indikator, Pertama turut serta menyampaikan informasi sosialisasi dan pemberitahuan berjalan baik; Kedua media informasi belum berjalan baik; Ketiga menawarkan saran/pendapat dari masyarakat belum ada; Keempat memberikan feedback/umpan balik belum ada; Kelima memberikan dukukan terkait program dari masyarakat cukup berjalan baik; Keenam kesadaran masyarakat lumayan baik; Ketujuh Kerjasama cukup baik, Kedelapan indikator keikutsertaan masyarakat dalam setiap kegiatan dari program Tribina cukup baik; Kesembilan indikator memberi dukungan materi oleh masyaralat sama sekali tidak ada; Kesepuluh kesediaan masyarakat cukup baik. Berdasarkan penelitian dapat ditarik Kesimpulan bahwa Partisipasi masyarakat dalam program Tribina berjalan cukup baik.
Saran berdasarkan penelitian yaitu Kepala Desa meningkatkan motivasi kader dalam mengelola kegiatan BKB, BKR, dan BKL serta melakukan pengawasan langsung untuk memastikan kelancaran pelaksanaan program Tribina. Kader diharapkan lebih aktif dalam mendorong partisipasi masyarakat dan menyediakan wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, guna meningkatkan keterlibatan dalam setiap kegiatan. Selain itu, masyarakat diharapkan meningkatkan kesadaran kesehatan dengan mengikuti semua kegiatan dalam program Tribina.





