EFEKTIVITAS PROGRAM POSYANDU BALITA DI DESA PANYIURAN KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA
Keywords:
Efektivitas, Program Posyandu, BalitaAbstract
Efektivitas program stunting dapat menjadikan tolak ukur untuk melihat berhasil atau tidaknya suatu program pembangunan kesehatan. Adapun fenomena masalah diantaranya masih adanya orang tua yang salah dalam memberikan makanan tambahan untuk anak, masih adanya penambahan kasus stunting, serta kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh petugas kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Program Posyandu Balita Di Desa Panyiuran Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara serta faktor- faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian Efektivitas program posyandu dalam pencegahan stunting di Desa Panyiuran kecamatan amuntai selatan Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara cukup baik, dilihat dari beberapa indikator: Pertama, pada aspek keberhasilan program, dari kemampuan para kader dalam melaksanakan program sudah efektif, mekanisme kegiatan pelaksanaan program posyandu sudah sesuai arahan, program untuk perbaikan gizi. Kedua pada aspek Keberhasilan Sasaran, pemahaman masyarakat tentang program posyandu masih minim. Prosedur organisasi yang dijalankan sudah disertakan prosedur per kegitan. Ketiga pada aspek Kepuasan Terhadap Program, mengenai pemenuhan kebutuhan sudah efektif. Untuk kualitas pelayanan yang diberikan para kader cukup efektif. Keempat aspek Tingkat Input dan Output diketahui program yang dijalankan sudah efektif karena sudah sesuai dengan standar operasional prosedur. Untuk pencapaian target belum efektif, karena masih banyaknya jumlah angka stunting. Kelima pada aspek pencapaian tujuan menyeluruh, tepat sasaran program yang dijalankan kurang efektif, Untuk tujuan program sudah efektif. Faktor penghambat dimana pola pikir masyarakat yang masih rendah, masih ada masyarakat yang belum mengerti apa itu stunting dan Kurangnya kesadaran orang tua untuk membawa anaknya ke posyandu. Faktor pendukung yaitu kegiatan yang berlaku sudah sesuai dengan SOP, peran petugas puskesmas hingga pemberian makanan tambahan. Kemudian keaktifan yang diberikan para kader





