EFEKTIVITAS PROGRAM JAMINAN HARI TUA (JHT) OLEH BADAN PENYELENNGGARA JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN PADA SEKTOR INFORMAL HULU SUNGAI UTARA
Keywords:
Program Jaminan Hari TuaAbstract
Jaminan sosial bagi tenaga kerja dilaksanakan sebagai upaya mengatasi risiko sekaligus menciptakan ketenangan kerja untuk meningkatkan efisiensi kerja. Oleh karena itu, program ini juga bermanfaat bagi pembangunan ekonomi nasional. Pemerintah menyediakan layanan guna menjamin serta memberi bantuan kepada masyarakatnya melalui Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakertaan. Permasalahan yang ada ialah Permasalahan Aplikasi Klaim, Banyaknya peserta yang terlambat atau tidak membayar iuran secara rutin dan Kurangnya pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai kepentingan dan manfaat jangka panjang Jaminan Hari Tua (JHT). Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui Efektivitas Program Jaminan Hari Tua (JHT) dan faktor yang mempengaruhi Efektivitas Program Jaminan Hari Tua (JHT) Oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial pada Sektor Informal pada Unit Pelayanan Hulu Sungai Utara. Efektivitas Program Jaminan Hari Tua (JHT) oleh BPJS Ketenagakerjaan pada sektor informal pada Unit Pelayanan Kabupaten Hulu Sungai Utara dinilai sudah cukup efektif. Pertama, Keberhasilan program yang diukur dengan indikator Perencanaan dan Pelaksanaan program dari aspek perencanaan sudah efektif. Kedua, Keberhasilan sasaran yang diukur dengan Ketepatan dan Kejelasan sasaran Indikator Ketepatan dan Kejelasan Sasaran program masih kurang efektif. Ketiga, Kepuasan terhadap program yang di ukur dengan Kepuasan Mayarakat kepuasan peserta masih kurang efektif. Keempat Tingkat Input dan Output yang diukur dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), Program Jaminan Hari Tua (JHT) berjalan efektif. Ada tiga yang menjadi faktor pendukung yaitu, adanya peningkatan pelayanan melalui aplikasi JMO dan Lapak Asik, regulasi yang lebih fleksibel terkait pencairan manfaat, adanya pelayanan manual sebagai alternatif jika sistem digital mengalami kendala. Kemudian ada tiga yang menjadi faktor penghambat diantaranya, terjadinya gangguan pada aplikasi klaim seperti Lapak Asik, banyaknya peserta yang tidak rutin membayar iuran sehingga menimbulkan tunggakan, kurangnya pemahaman masyarakat terhadap manfaat jangka panjang program Jaminan Hari Tua (JHT). Disarankan Kepada BPJS Ketenagakerjaan secara umum, diharapkan dapat memperluas sosialisasi kepada masyarakat, terutama pekerja sektor informal, agar mereka memahami manfaat dan pentingnya Program JHT untuk perlindungan ekonomi jangka panjang





