IMPLEMENTASI SISTEM PENCATATAN PERSEDIAAN (SICAPER) DALAM MENGELOLA PERSEDIAAN BARANG DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BALANGAN
Keywords:
Implementasi, Sistem Pencatatan (SICAPER), Kabupaten BalanganAbstract
Permasalahan adalah Pengelolaan persediaan masih kurang efisien, Kurangnya sumber daya manusia untuk pengelola SICAPER dan Minimnya monitoring dan evaluasi sistem. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama, Sub variabel komunikasi indikator kejelasan sudah baik prosedur pencatatan barang dilakukan secara terstruktur. Indikator konsisten kurang baik terdapat perbedaan antara data yang tercatat. Indikator target kurang baik target belum sepenuhnya tercapai. Kedua, sub variabel sumberdaya indikator kompetensi implementor kurang baik kurangnya sumber daya manusia. Indikator sumberdaya finansial kurang baik anggaran belum mencakup kebutuhan. Indikator sarana dan prasarana kurang baik jaringan internet belum mendukung. Indikator sumber daya manusia kurang baik sebagian pegawai belum memahami. Ketiga, sub variabel disposisi indikator komitmen cukup baik pegawai menunjukkan keseriusan. Indikator sikap sudah baik pegawai bekerjasama. Indikator proses sudah baik tahapan sesuai prosedur. Indikator efesien sudah cukup baik pegawai tidak lagi melakukan secara manual. Keempat,sub variabel struktur birokrasi indikator SOP kurang baik masih terdapat tidak sesuai prosedur. Indikator koordinasi belum baik komunikasi kurang lancar. Indikator pengawasan belum baik proses pengawasan belum tidak berkelanjutan. Faktor penghambat adanya perbedaan antara data yang tercatat, kurangnya capaian target, keahlian teknis pegawai kurang memadai, kurangnya anggaran yang tersedia, pelatihan pegawai terbatas, keterlambatan dalam pembaruan data, kurangnya koordinasi yang dilakukan dan pengawasan yang tidak dilakukan berkelanjutan. Sedangkan faktor pendukung adalah keseriusan pegawai dalam menjalankan sistem sicaper, adanya kerjasama antar pegawai dan pekerjaan yang lebih mudah.





