EFEKTIVITAS PROGRAM KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS (KB) DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI DESA PASUNGKAN KECAMATAN DAHA UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN
Keywords:
Efektivitas, Kampung Berkualitas, MKJPAbstract
Program KB atau Program Kampung Keluarga Berkualitas merupakan upaya pemerintah dalam mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas keluarga melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam program keluarga berencana, khususnya penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Program Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dalam meningkatkan partisipasi penggunaan MKJP di Desa Pasungkan Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian ditentukan secara purposive sampling berjumlah 13 orang. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, triangulasi, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas Program Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dalam meningkatkan partisipasi penggunaan MKJP di Desa Pasungkan masih kurang efektif. Hal ini terlihat dari indikator pemahaman sasaran program yang sudah cukup efektif, kemampuan pelaksana program yang sudah cukup efektif, kesesuaian program dengan sasaran sudah cukup efektif, fokus pencapaian sasaran utama yang masih kurang efektif, pelaksanaan kegiatan sesuai jadwal sudah cukup efektif, ketetapan waktu pelaksana dalam mencapai hasil masih kurang efektif, hasil manfaat dan tujuan program yang masih kurang efektif, pencapaian hasil sesuai dengan target masih kurang efektif, perubahan perilaku setelah program dilaksanakan masih kurang efektif, dampak positif yang terlihat sudah cukup efektif, karena sebagian besar pasangan usia subur masih memilih metode kontrasepsi non-MKJP. Faktor pendukung efektivitas program adalah mudahnya akses pelayanan dan informasi tentang KB-MKJP dan adanya dukungan pemerintah terhadap program. Faktor penghambat efektivitas program adalah ketakutan akan prosedur tindakan KB-MKJP dan pengaruh lingkungan sekitar serta kurangnya dukungan suami sehingga peminat KB-MKJP masih rendah. Disarankan agar Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) lebih terencana untuk masalah program Kampung KB dalam meningkatkan intensitas sosialisasi, memperkuat peran penyuluh KB agar masyarakat tertarik mengikuti program, serta melibatkan tokoh masyarakat dan keluarga, khususnya suami guna meningkatkan partisipasi penggunaan KB-MKJP di Desa Pasungkan.





