EFEKTIVITAS PROGRAM BANTUAN PANGAN ( BANPANG) BOLUG DI DESA PEMATANG KECAMATAN BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG
Keywords:
Efektivitas Program, Bantuan Pangan Bolug (BANPANG), Desa pematang, Program Perlindungan Sosial, Ketahanan PanganAbstract
Indonesia menghadapi tantangan serius dalam pemenuhan kebutuhan pangan akibat tren peningkatan jumlah penduduk setiap tahun dan masalah kemiskinan yang masih menjadi hambatan utama Efektivitas program bantuan pangan beras bolug Pemerintah Desa mengalami kendala pada pelaporan kegiatan program karena adanya nama penerima bantuan yang ganda, meninggal, Pindah, dan menolak bantuan sehingga Panerima bantuan yang diganti memakan tenaga dan waktu, juga Adanya ketidak puasan di kalangan Sebagian Warga disebabkan oleh adanya nama nama yang tidak memenuhi Syarat sebagai Penerima bantuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui Bagaimana Efektivitas Program Bantuan Pangan Bolug (BANPANG) pada Desa Pematang Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong. Serta untuk mengetahui Faktor apa saja yang mempengaruhi Efektivitas Program Bantuan Pangan Bolug (BANPANG) pada Desa Pematang Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber penarikan informan menggunakan purposive sampling sebanyak 11 orang informan. Teknik pengumpulan data yang di lakukan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Di analisi dengan teknik data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji Kreabilitasi yaitu perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triagulasi, analisi kasus negatif menggunakan bahan referensi dan mengadakan membercheck.
Hasil dari penelitian ini menjunkkan bahwa Efektivitas Program Bantuan Pangan (BANPANG) Bolug di Desa Pematang Kecamatan Banua Lawas Kabupaten Tabalong cukup efektif. Hal ini terlihat di beberapa indikator. Kemampuan operasional cukup efektif Karena adanya gangguan jaringan saat penginputan data penerima sehingga beban kerja meningkat akibat verifikasi data manual akan tetapi saat penyaluran bantuan berjalan lancar ke KPM. Pencapaian tujuan utama, seperti pemenuhan kebutuhan pangan dasar, serta output berupa beras 20 kg yang layak konsumsi, dinyatakan efektif. Keberhasilan program terlihat dari kepuasan masyarakat penerima manfaat yang merasa terbantu secara ekonomi, dengan SOP yang dijalankan sesuai standar. Namun, efisiensi masih cukup efektif karena pemborosan waktu dan tenaga akibat masalah data, serta ketercapaian tujuan pendukung seperti ketepatan sasaran dan akuntabilitas belum maksimal. Secara keseluruhan, program dinilai bermanfaat dan layak dilanjutkan, memberikan dampak positif langsung bagi masyarakat miskin, meskipun perlu perbaikan pada aspek data dan administrasi untuk meningkatkan optimalitas.





