EFEKTIVITAS PROGRAM BANGGA KENCANA MELALUI PENCATATAN LAPORAN ONLINE APLIKASI NEW SIGA PADA BALAI PENYULUHAN KB KECAMATAN KELUA KABUPATEN TABALONG (Studi Kasus Desa Binturu dan Desa Pudak Setegal)
Keywords:
Program Bangga Kencana, Aplikasi New SIGA, efektivitas program, pelaporan online kader KB, literasi digital kaderAbstract
Pelaporan kegiatan program Bangga Kencana melalui aplikasi New SIGA menjadi dasar dalam pemantauan dalam capaian kegiatan di lapangan dan evaluasi kegiatan program. Dari hasil observasi awal terdapat permasalahan, yaitu gangguan sistem error atau down, perbedaan aspek kemapuan literasi digital antar kader, belum ada pelatihan kader dalam penggunaan aplikasi New SIGA dan keterbatasan sarana dan prasarana. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas program Bangga Kencana melalui pencatatan laporan online aplikasi New SIGA pada Balai Penyuluhan KB Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong di Desa Binturu dan Pudak Setegal dan faktor- faktor yang mempengaruhi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penarikan sampel secara purposive sampling berjumlah 12 orang. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Efektifitas Program Bangga Kencana melalui pencatatan laporan online Aplikasi New SIGA pada Balai Penyuluhan KB Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong (Studi Kasus Desa Binturu dan Desa Pudak Setegal) cukup efektif, dapat dilihat dari indikator yang efektif meliputi monitoring karena dilakukan secara rutin, tingkat sosialisasi karena informasi yang disampaikan berkelanjutan, terwujudnya kesepakatan karena waktu pelaporan dipatuhi, dan adanya koordinasi karena kerja sama berjalan baik. Indikator yang cukup efektif yaitu terpenuhinya sasaran karena target pelaporan tercapai meskipun masih bergantung pada operator. Indikator kurang efektif yaitu realisasi sesuai waktu yang ditentukan karena pelaporan sering terlambat, kemampuan organisasi merekrut tenaga kerja karena kriteria kader belum memadai, dan sarana dan prasarana karena keterbatasan perangkat digital. Indikator belum efektif yaitu adanya pelatihan karena belum tersedia pelatihan khusus penggunaan aplikasi New SIGA. Adapun faktor mempengaruhi, pertama faktor pendukung meliputi kejelasan sasaran dan format pelaporan, monitoring rutin, serta terwujudnya kesepakatan pelaporan. Kedua faktor penghambat meliputi rendahnya kemampuan SDM kader dalam penginputan data, belum adanya pelatihan pelaporan, serta kendala jaringan dan gangguan sistem aplikasi. Saran kepada Balai KB Kelua untuk meningkatkan pelatihan, pendampingan, memperkuat koordinasi. Kader di Desa Binturu dan Desa Pudak Setegal diharapkan meningkatkan kemampuan, disiplin pelaporan, serta memperkuat komunikasi dalam penggunaan Aplikasi New SIGA.





