EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA BANGKILING KECAMATAN BANUA LAWAS KABUPATEN TABALONG
Keywords:
Efektivitas, Program Pemberdayaan, Masyarakat DesaAbstract
Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan di suatu desa merupakan upaya pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dengan memanfaatkan potensi yang ada untuk mengurangi angka kemiskinan. Permasalahan yang sering terjadi adalah belum maksimalnya tindak lanjut pasca-pelatihan, sebagian peserta tidak memahami materi, serta usaha yang dirintis tidak tahan lama dan sulit berkembang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas program pemberdayaan masyarakat di Desa Bangkiling, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data diambil dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 13 orang informan. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji kredibilitas data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negatif, penggunaan bahan referensi, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan masyarakat di Desa Bangkiling belum efektif. Hal ini dilihat dari lima sub-variabel: Pertama, pemahaman program, di mana indikator sosialisasi belum efektif karena tidak pernah dilaksanakan, dan indikator pemahaman materi belum efektif karena peserta kurang memahami pembelajaran, meskipun indikator pemahaman tujuan sudah efektif. Kedua, tepat sasaran, di mana indikator kesesuaian program dan objek pemberdayaan sudah efektif. Ketiga, tepat waktu, di mana indikator pelaksanaan sudah efektif, namun indikator penyelesaian belum efektif karena waktu yang tersedia kurang maksimal untuk menyerap ilmu. Keempat, tercapainya tujuan, di mana indikator pencapaian tujuan dan keberlanjutan pelatihan belum efektif karena minimnya usaha berkelanjutan. Kelima, perubahan nyata, di mana indikator adanya perubahan dalam membantu ekonomi peserta dan peningkatan kesejahteraan belum efektif. Faktor-faktor yang mempengaruhi terbagi dua. Faktor pendukung adalah adanya dana yang dianggarkan untuk melaksanakan pelatihan. Adapun faktor penghambat adalah kurangnya motivasi dalam diri peserta pelatihan dan tidak adanya modal untuk memulai serta mengembangkan usaha. Disarankan kepada pemerintah desa agar melakukan sosialisasi program, merencanakan waktu penyelesaian secara optimal, menyediakan akses terhadap bahan atau alat pasca-pelatihan, membangun sistem pendampingan dan monitoring, serta menjalin kemitraan untuk akses pasar. Peserta pelatihan diharapkan lebih tekun dan aktif memberikan timbal balik. Diperlukan pula pemantauan dari berbagai pihak untuk menciptakan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.





