EFEKTIVITAS PROGRAM PELATIHAN KERJA PADA BALAI LATIHAN KERJA (BLK) AMUNTAI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA
Keywords:
Efektivitas, Program Pelatihan Kerja, Balai Latihan KerjaAbstract
Efektivitas program pelatihan kerja diukur melalui beberapa aspek, yaitu ketepatan sasaran, intensitas sosialisasi, pencapaian tujuan program, serta mekanisme pemantauan yang dilakukan. Di Balai Latihan Kerja (BLK) Amuntai, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan fasilitas dan infrastruktur, serta kesulitan peserta lulusan dalam mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bidang pelatihan yang mereka ikuti. Permasalahan ini sebagian besar disebabkan oleh rendahnya komitmen peserta selama mengikuti pelatihan, yang pada akhirnya berdampak pada tingginya tingkat pengangguran akibat minimnya penyerapan tenaga kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat efektivitas program pelatihan kerja di BLK Amuntai dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan menggunakan data primer dan sekunder. Sebanyak 12 informan dipilih secara purposive sampling sebagai sumber informasi. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data, dilakukan uji kredibilitas melalui perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, triangulasi, penggunaan bahan referensi, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelatihan kerja di BLK Amuntai dapat dikategorikan cukup efektif. Beberapa indikator yang telah berjalan secara optimal antara lain adalah ketepatan sasaran peserta, seleksi yang sesuai prosedur, keberhasilan sosialisasi, tersedianya pendanaan, serta ketersediaan instruktur pelatihan. Namun, masih terdapat aspek yang dinilai kurang efektif, seperti keterbatasan fasilitas pendukung, belum optimalnya penurunan angka pengangguran, kontribusi yang masih minim terhadap pembangunan, serta belum terlihatnya perbaikan kondisi ekonomi peserta setelah menyelesaikan pelatihan. Adapun faktor-faktor yang mendukung keberhasilan program ini meliputi tingginya antusiasme masyarakat, pemberian sertifikat bagi peserta yang lulus, serta pelaksanaan pelatihan yang rutin setiap tahun. Di sisi lain, hambatan yang dihadapi mencakup kurangnya sarana dan prasarana, rendahnya keseriusan peserta, serta belum adanya program pemberdayaan bagi alumni pelatihan.





