PENGELOLAAN ASET DAERAH DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BALANGAN
Keywords:
Pengelolaan, Aset Daerah, Kabupaten BalanganAbstract
Permasalahan dalam pengelolaan aset daerah meliputi pencatatan aset yang belum akurat, keterbatasan pengetahuan pengelola, dan belum optimalnya jaringan internet. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada subvariabel perencanaan, perumusan tujuan, penyusunan langkah, dan pengambilan keputusan pengelolaan aset telah berjalan dengan baik sesuai prosedur. Namun, pada subvariabel pengorganisasian, penempatan pengelola dan pembagian tugas masih kurang optimal karena keterbatasan pengetahuan dan ketidakjelasan tanggung jawab. Pada subvariabel penggerakan, pengarahan sumber daya manusia, pelaksanaan pengelolaan, dan pencapaian tujuan pengelolaan aset dinilai belum optimal akibat ketidakakuratan data, keterbatasan kompetensi, dan kendala jaringan. Selanjutnya, pada subvariabel pengawasan, pengendalian, realisasi perencanaan, dan evaluasi pengelolaan aset juga belum berjalan dengan baik karena keterbatasan anggaran dan ketidaktepatan data. Faktor penghambat meliputi kurangnya pemahaman prosedur, keterbatasan jumlah pegawai, pembagian tugas yang belum jelas, data aset yang tidak akurat, tidak adanya evaluasi terjadwal, serta keterbatasan anggaran. Adapun faktor pendukungnya adalah tersedianya sarana dan prasarana serta pelaksanaan pengelolaan aset yang dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.





