PENGELOLAAN KEARSIPAN PADA DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG (PUPR) KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH
Keywords:
Pengelolaan kearsipan, PUPR, faktor pendukung, faktor penghambat, arsip elektronikAbstract
Pengelolaan kearsipan merupakan unsur fundamental dalam penyelenggaraan administrasi publik. Namun, pelaksanaannya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Hulu Sungai Tengah masih belum optimal, ditandai dengan keterbatasan fasilitas, rendahnya kompetensi pegawai, dan belum maksimalnya pemanfaatan teknologi kearsipan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengelolaan kearsipan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari delapan informan yang ditentukan secara purposive melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji kredibilitas dilakukan melalui perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, triangulasi, penggunaan bahan referensi, dan member check.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kearsipan belum berjalan optimal. Meskipun keterampilan pegawai dan sumber anggaran tergolong cukup baik, sebagian besar indikator meliputi pelatihan, fasilitas, kelayakan penyimpanan, SOP, pemanfaatan teknologi, peraturan internal, implementasi kebijakan, sosialisasi, dan apresiasi kinerja masih tergolong kurang baik. Faktor penghambat utama adalah keterbatasan sarana dan prasarana serta belum adanya SOP dan kebijakan internal tertulis. Peningkatan pengelolaan kearsipan memerlukan penguatan sarana dan prasarana, penyusunan kebijakan dan SOP formal, peningkatan kompetensi pegawai melalui pelatihan, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi dan sosialisasi kearsipan.





