MOTIVASI KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PADA MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 8 TABALONG KECAMATAN PUGAAN KABUPATEN TABALONG
DOI:
https://doi.org/10.36658/ijan.2.1.73Keywords:
motivasi, kinerja, pegawaiAbstract
Motivasi kepala madrasah merupakan faktor yang sangat penting dalam meningkatkan kinerja pegawai. Pada Madrasah Tsanawiyah Negeri 8 Tabalong kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong motivasi kepala madrasah belum sepenuhnya optimal. Kurangnya pengawasan dalam kedisiplinan waktu sehingga membuat kurang nya motivasi kinerja pegawai di madrasah terebut. Berdasarkan hal , penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi kepala madrasah dalam meningkatkan kinerja pegawai, faktor – faktor apa yang mendukung dan menghambat dalam meningkatkan kinerja pegawai, serta upaya apa yang dilakukan dalam meningkatkan kinerja pegawai pada MTsN 8 Tabalong Kecamatan Pugaan Kabupaten Tabalong.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data melalui penarikan sampel yang berjumlah 8 orang. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis teknik meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian menunjukan bahwa motivasi Kepala Madrasah dalam meningkatkan kinerja belum sepenuhnya optimal. Adapun faktor pendukung dan penghambat Kepala Madrasah dalam upaya meningkatkan kinerja pegawai diantaranya kurang disiplinnya waktu pegawai yang sering melanggarnya peraturan sehingga mengakibatkan rendahnya kinerja pegawai dan kurangnya sarana dan fasilitas di sekolah sehingga berpengaruh pada proses belajar mengajar kepada kecedasan anak didik MTsN 8 Tabalong. Dan upaya yang dilakukan oleh Kepala MTsN 8 Tabalong diantaranya meningkatkan kedisiplinan waktu dan pembelian sarana fasilitas yang kurang, agar dapat memotivasi para pegawai dalam bekerja.
Untuk meningkatkan kinerja pegawai, maka disarankan kepada Kepala Madrasah memberikan penghargaan kepada para pegawai yang dinilai paling berperan dalam hal meningkatkan kinerja pegawai. Adapun saran kepada seluruh pegawai dan staff agar bekerja dengan efektif dan efesien serta profesional dalam kedisiplinan waktu.
References
Anonim. 2005. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Buku. Jakarta : Balai Pustaka.
Aref, Ishak dan Hendri Tanjung, 2003, Manajemen Motivasi, Jakarta : PT Gramedia Widiasarana Indonesia
Asmani Ma’mur Jamal. 2012, Tips menjadi Kepala Sekolah Profesional. Jogjakarta: DIVA press.
Djatmiko, 2002. Manajemen Kepemimpinan Teori dan Praktik, Bandung : Alfabeta.
Hamzah,Haji, 2016, Teori Motivasi dan pengukurannya, Jakarta : Bumi Aksara.
Harbani Pasolong, 2011, Teori Administrasi Publik, Bandung
: Alfabeta
Harbani, Pasolog, 2007. Teori Administrasi Publik, Bandung
: Alfabeta.
Hasibuan, Malayu S.P.1999, Manajemen Sumber Daya Manusia, Jakarta : Bumi Aksara
Mangkunegara, A. A Anwar, 2006, Manajemen Sumber Daya Manusia, Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Mulyasa, E. 2011, Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Sardiman, 2002, Budaya Organisasi dan Peningkatan Kinerja, Bandung : Bumi Aksara
Siagian, Sondang P, 2012, Manajemen Kepemimpinan. PT. Rineka Cipta. Jakarta.
Siagian, Sondang, P, 2002, Teori Motivasi dan Aplikasi, Jakarta: Rineka
Tead, Terry, Hoyt, 2003, Pengertian Kepemimpinan, Jakarta.
Thoha, Miftah, 2002, Prilaku Organisasi; Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada
http://id.m.wikipeda.org/wiki/penguk uran kinerja
http://www.e-
jurnal.com/2013/09/fungsi-
fungsi kepemimpinan.html?m=1
http://www.lan.com//definisi kinerja http://www.wedaran.com/5484/gaya-
kepemimpinan-organisai/









