MANAJEMEN PENGEMBANGAN PARIWISATA PADA DINAS KEPEMUDAAN OLAHRAGA DAN PARIWISATA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA

Authors

  • Nahdia Aisya Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai Author
  • Arpandi Arpandi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai Author
  • Yusran Fahmi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai Author

DOI:

https://doi.org/10.36658/aliidarabalad.7.2.1743

Keywords:

Manajemen, Pengembangan Pariwista, Disporapar, Kab. HSU

Abstract

Dalam Manajemen Pengembangan Pariwisata pada Disporapar ini terdapat beberapa masalah yang di temukan, seperti Perencanaan Pengembangan Pariwisata yang memerlukan waktu cukup lama sehingga berdampak pada besarnya kebutuhan anggaran. Selain itu, kurangnya pelatihan menyebabkan sebagian pengelola wisata belum memahami pengelolaan potesi lahan secara optimal, yang berakibat pada pembagian tugas yang belum berjalan dengan baik. Keterbatasan SDM serta minimnya anggaran dan koordinasi juga menghambat pengembangan potensi wisata, sehingga pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan wisata masih tergolong rendah. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana manajemen pengembangan pariwisata pada Disporapar Kab. HSU.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian Deskriptif Kualitatif. Teknik pengambilan data yang dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi secara langsung terjun ke lapangan dengan jumlah sampel 13 orang. Dalam Teknik penarikan sampel menggunakan metode “purposive Sampling”. Setelah data terkumpul, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen pengembangan pariwisata pada Disporapar Kab. HSU saat ini kurang baik yang di ukur berdasarkan teori George R. Terry dalam Abd. Rohman, M. AP (2017:20) yaitu: Pertama, Sub Variabel Fungsi Perencanaan dengan Indikator Anggaran kurang baik, Tempat kurang baik dan Waktu cukup baik. Kedua, Sub Variabel Fungsi Pengorganisasin dengan Indikator Pembagian Tugas kurang baik, Pencapaian Tujuan kurang baik dan SDM kurang baik. Ketiga, Sub Variabel Fungsi Penggerakkan dengan Indikator Stakeholder kurang baik dan Cara Menggerakkan Waktu Pelaksanaan cukup baik. Keempat, Sub Variabel Fungsi Pengawasan dengan Indikator Pemantauan Terkait Memastikan Kegiatan Yang Direncanakan cukup baik dan Evaluasi Pencapaian Hasil cukup baik. Adapun faktor pendukung, yaitu: Kedisiplinan pelaksanaan dan Kearifan lokal serta promosi. Sedangkan faktor penghambat yaitu: Kurangnya Anggaran, Kurangya Pelatihan, Belum tercapainya tujuan dan Kurangnya koordinasi dan sinergi antar pihak terkait.

Saran ditujukan kepada kepala Dinas Disporapar HSU untuk perlu mengoptimalkan pengelolaan anggaran, meningkatkan kapasitas SDM melalui pelatihan yang berkelanjutan, serta memperkuat koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak terkait agar pelaksanaan program tercapai. Kabid pariwisata diharapkan lebih aktif mengusulkan penambahan dana anggaran, meningkatkan pelatihan kepada pengelola wisata. Pengelola pariwisata diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan objek wisata melalui pemanfaatan potensi yang ada secara optimal, meskipun masih menghadapi keterbatasan anggaran. Selain itu, pengelola perlu aktif mengikuti program pelatihan yang diselenggarakan. Masyarakat diharapakan dapat bereperan aktif dalam mendukung pengembangan pariwisata melalui upaya menjaga lingkungan dan fasilitas wisata.

References

Anonim, Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Hulu Sungai Utara

George. R. Terry. 2017. Prinsip-Prinsip Manajemen. Original Segel Penerbit

Dwiyanto, Agus 2018, Reformasi Birokrasi Publik di Indonesia, Yogyakarta

http://umum-pengertian.blogspot.com/2016/01/pengertian-manajemen-secara-umum-adalah.html (Diakses pada 06 Oktober 2025)

http://pariwisataindonesia2015.blogspot.com/2015/11/konsep-pengembangan-pariwisata.html (Diakses pada 06 Oktober 2025)

Keban, Yeremias T, 2018, Enam Dmensi Strategis Administrasi Publik, Gava Media. Yogyakarta

Kumorotomo, Abu Wahyudi, 2015. Etika Administrasi Negara. Rajawali Pers. Jakarta.

Pasalong, Harbani. 2018. Teori Administrasi Publik Alfabeta. Bandung

Ramdhan, M. 2021. Metode Penelitian. Surabaya: Cipta Media Nusantara (CMN) NICEF. (2020). Violence against Chilren. New York: United Nations Children’s Fund.

STIA, Tim Penyusun, 2022. In Pedoman Penyusunan dan Penulisan Sarjana Strata (S1), by Tim Penyusun STIA. Amuntai: STIA.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D, Alfabeta, Bandung.

Wijaya, U.H. 2020.Analsisis Data Kualitatif Teori Konsep dalam Penelitian Pendidikan. Sulawesi Selatan: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray)

Downloads

Published

2026-04-09

How to Cite

MANAJEMEN PENGEMBANGAN PARIWISATA PADA DINAS KEPEMUDAAN OLAHRAGA DAN PARIWISATA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA. (2026). Al Iidara Balad, 7(2), 843-853. https://doi.org/10.36658/aliidarabalad.7.2.1743