PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN STUNTING DI DESA PAKACANGAN KECAMATAN AMUNTAI UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA

Authors

  • Rohani Rohani Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai Author
  • Sugianor Sugianor Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai Author
  • M. Husaini Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai Author

DOI:

https://doi.org/10.36658/aliidarabalad.7.2.1725

Keywords:

Partisipasi Masyarakat, Penanggulangan Stunting, Faktor Sosio-Ekonomi

Abstract

Upaya percepatan penurunan angka stunting di Desa Pakacangan saat ini masih terbentur oleh berbagai tantangan yang kompleks. Rendahnya tingkat pendidikan formal di kalangan masyarakat menjadi salah satu hambatan utama, karena berimplikasi pada terbatasnya wawasan orang tua mengenai pentingnya asupan gizi seimbang bagi tumbuh kembang anak. Kondisi ini diperparah oleh keterbatasan ekonomi keluarga yang menyulitkan pemenuhan nutrisi berkualitas secara konsisten. Selain faktor internal keluarga, aspek lingkungan seperti sanitasi yang kurang memadai turut memperbesar risiko infeksi pada anak, yang secara tidak langsung memperlambat efektivitas program pencegahan stunting di wilayah tersebut.

Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi sejauh mana partisipasi riil masyarakat dalam program penanggulangan stunting beserta faktor-faktor yang melatarbelakanginya. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, peneliti menggali data melalui observasi lapangan, studi dokumentasi, serta wawancara mendalam terhadap 13 informan yang dipilih melalui teknik snowball sampling. Metode ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan informasi yang lebih mengakar mengenai dinamika sosial yang terjadi di Desa Pakacangan.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelibatan masyarakat dalam penanganan stunting belum berjalan optimal secara menyeluruh. Meskipun inisiatif perangkat desa dalam hal sosialisasi, penciptaan peluang, dan alokasi pendanaan sudah menunjukkan progres yang positif, namun kontribusi aktif warga dalam memberikan ide, saran, maupun umpan balik masih tergolong minim. Kerja sama dan dukungan sosial di tingkat akar rumput juga masih perlu diperkuat. Walaupun kesadaran secara individu mulai tumbuh, hambatan seperti rendahnya tingkat kehadiran dalam kegiatan desa dan lemahnya jejaring dukungan sosial menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis untuk mendorong masyarakat agar lebih proaktif dan saling bahu-membahu dalam mendukung keberhasilan program ini.

References

Anonim. Undang-undang Nomor 16 Tahun 2023 Tentang pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting.

Adnani, H. (2024). Strategi Pemberdayaan Masyarakat (SPM) Bidang Kesehatan. Yogyakarta: Deepublish Digital.

Hardani, E. a. (2020). Metode Penelitian Kualitatif & Kuantiatif. Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu Grup.

Iswanto, A. Y. (2021). Partisipasi Masyarakat dalam Penanggulangan Balita Stunting Melalui Program Kegiatan Gizi Puskesmas Kutukan di Desa Kediren Kecamatan Randublatung Blora. Semarang : Universitas Islam Negeri .

Kumara, A. R. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Universitas Ahmad Dahlan.

Nasution, A. F. (2023). Metode Penelitian Kualitatif . Bandung: Harfa Creative.

Siddiq, A. (2024). Partisipasi Masyarakat dalam Mengatasi Stunting dan Gizi Buruk Melalui Program Rumah Desa Sehat di Desa Suci Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Jember: Universitas Islam Negeri.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif (Untuk penelitian yang bersifat eksploratif, enterpretif, interaktif dan konstruktif). Bandung: Alfabeta.

Tamaulina Br. Sembiring, E. a. (2024). Buku Ajar Metodologi Penelitian ( Teori dan Praktik ). Karawang: Saba Jaya Publisher.

Siregar, E. Z. (2020). Partisipasi Masyarakat dalam Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal At Taghyir, Vol. 15, No. 1, hlm. 133.

Downloads

Published

2026-04-09

How to Cite

PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN STUNTING DI DESA PAKACANGAN KECAMATAN AMUNTAI UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA. (2026). Al Iidara Balad, 7(2), 637-649. https://doi.org/10.36658/aliidarabalad.7.2.1725